Asalamualaikum... sudah lama sekali blog ini tidak saya buka, sampai-sampai banyak sarang laba-laba, sarang tikus dan banyak lainya. bahkan sampai di tiduri gelandangan hhhhhh
kali ini saya akan sedikit cerita tentang pengalaman KKN saya sob, KKN disini bukan Korupsi Kolusi dan nepotisme, tapi KKn yang saya maksud adalah Kuliah Kerja Nyata brooo,, maklum, mahasiswa broo.. hhhh
jadi gini.. awalnya saya ini di pilih temen-temen menjadi kordes. #korbandesakan.. eehh salah, Koordinator Desa maksudte.
ceritanya sangat tragis bro, pada awalnya kelompok saya di tempatkan di desa tempel %@#* kec ked*$!@&$ Kab Pes!@#$% (sory ya gw sensor). dari awal kami datang kesana suasana horor sudah terasa, kami di dampingi DPL alias dosen pembimbing. tapi dosenya juga cukup meragukan. koyo iyo koyo ora kata orang jawa.
pertama kita datang ke desa tersebut disambut dengan pak camat dan aparatur kecamatan lainya, tapi pak kades yang akan kami temui sangatlah keras kepala, awalnya beliau tidak mau menghadiri acara penyambutan di kantor kecamatan. tp krna di temui orang tua dari kelompok kami ahirnya pak kadesnya datang juga, tapi gak lama brro, setelah nongolin muka langsung cabut lagi nah kemana.
ahirnya kita menunggu di rumah bapak kades tsb selama kurang lebih 6 jam bro, ahirnya pak kades nya dateng juga.
yang lebih gilanya bro, dia dateng ga langsung nemuin kita , tapi malah mandi, makan dan ngobrol sama orang lain, apa gak lucu coba.. wah wah wah.. kami pun hanya termenung seperti batu !! ahirnya pak kades pun menemui kami dan DPL dan marah-marah !!! gileeee dah seperti mau makan orang gitu. DPL pun ga bisa ngomong apa-apa lagi. hanya bisa diam seperti nonton film horor.
setelah satujam lebih marah-marah ahirnya dia memutuskan untuk mengantar kami menuju rumah yang akan kami tinggali.
kamipun di kenalkan dengan induk semang (tuan rumah) mang jaya adalah tuan rumah kami selama KKN disana, kami sangat beruntung mengenal mang jaya, ia sangat baik dan rajin. banyak sekali ilmu dan pengalaman yang di peroleh dari mang jaya dan keluarga. teeettttttt pance... panjang criteeeeee... hari demi hari kami lalui bersama di desa tersebut, kami berkenalan dengan masyarakat setempat dan banyak di kenal warga. kedatangan Mahasiswa KKN di desa sangatlah berarti bagi masyarakat desa.
sudah banyak program yang kami lakukan di desa tersebut. tetapi karna adamasalah dari awal dngan kepala desanya kami pun di buat tidak tenang entah karna apa yaa,, pokoknya panceee... dari masalah uang , kurangnya koordinasi pihak universitas dengan kepala desa dll, padahal dari awal pak kades sudah bilang bahwa masalah uang makan dll ia sudah tidak mau ikut campur, tapi kenyataanya berbeda. setiap malam kami di buat gelisah hingga tidak bisa tidur dengan tenang napaspun susah *lebayyyy.. banyak sekali intimidasi dll. yang wanita banyak mendapatkan gangguan dll. yang laki-laki jg begitu. yang lebih tragisnya lagi saya selaku kordes di ajaknya duel karna masalah uang. yang di ancam mau di bunuh dll. dan teman-teman saya sering di ajak keluar malam hingga subuh, entah apa yang mereka lakukan.
sebenernya masih banyak lagi kejadian yang mmbuat kami tidak betah untuk tinggal disana, tp segini aja sudah bisa mewakili. singkat cerita pada mlm ke 13 kami berunding untuk meninggalkan desa itu karna masalah yang ada sudah tidak bisa di selesaikan karena selalu timbul masalah baru yang tidak akan ada habisnya, *ga ada pangkal dan ga ada ujung !! pada malam itu kami sengaja packing barang-barang kami dan berunding seperti mafia yg akan melakukan misi. hhhhhh *asli lucu bgt.
ada yg packing, ada yg ngorok, ada yg megang lampu dan ada yg berdoa. tidak terasa kami pun tertidur sejenak. kami terpaksa melakukan hal ini karna DPL sudah tidak bisa memberikan bantuan dll. seolah-olah lepas tangan. *ini masalah keselamatan anak orang PAK !!!. waktu pun terus berjalan hingga ahirnya subuh dan kami pun memasukan barang-barang kami ke dalam mobil bang anjas. walaupun kita kabur tapi kita pamitan boy sama tuan rumah, kami tdak bisa menahan haru saat minta izin untuk pergi. mbak nana pun meneteskan air mata. mang jaya juga gitu deh kyknya. hanya satu kalimat yang saya ingat. di ucapkanlah oleh dek Fajar (anak mang jaya) yg sedang makan mie instan " oom mau kemana? " sebenernya kita tu ga tega lah, sumpah. tapi mau bagaimana lagi. ke adaan yang sudah tidak bisa di kondisikan lagi.
ahirnya kami pun pergi dan meninggalkan desa itu. dan anggota wanitanya juga pergi setelah izin dengan induk semang mereka. kami menggunakan dua mobil pribadi. tau gak rasanya setelah meningalkan desa tersebut? kami sangat senang bahagia dan uuuhhhh cetar membahana deh.. seperti lepas dan bebas dari kolonialisme. kami hanya 13 hari di desa tersebut, tetepi sudah banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman dari masyarakat setempat. seru coooyy !!!
Terimakasih kami ucapkan kepada keluarga besar mang Jaya (Surya Jaya). mak Yus, Ipi. nenek dll serta bang Am. Pak darma dan warga masyarakat desa tempel rejo.
Andi, Anjas, Nuhada, Gede, Vita, Yesy, Dewi , Melisa, dan Anisa.. kalian adalah teman sehidup hampir mati yang tak terlupakan.
Ketemu postingan ini, ngingetin masa kkn dlu, bisa viral nih
BalasHapus